FF SN/Devour : BELUM ADA JUDUL. ADA YANG MAU NGASIH??
GENRE : HOROR, THRILLER
RATING : bisa T - M (bahasaku terlalu mengerikan dan terlalu banyak kesadisan. Hahahahaha ^.^)
Disclaimer : Supernatural dan Devour bukan milikku. Kalau mereka punyaku, si Dean dan Jake sudah aku bawa pulang dari jaman dulu.
A / N :
1. Kondisi korban benar - benar aku deskripsikan sesuai dari Devour.
2. Entahlah, kesan Dean jijik pada organ akhir-akhir ini sering di tampilin di Supernatural season 5. Mengugah selera untuk mengerjai karakter Dean sampai mual. (keinget Dean bilang,. 'be my valentine' ke Sam sambil nyerahin jantung manusia. >> SN0514)
3. Mencoba mengcompare dua jiwa satu wajah. (Dean / Jake )
4. Menguatkan kenangan Dean tentang Jo, Hellhounds dan Ellen. (SN0510)
5. Maaf kalo cerita agak aneh, dan ngelantur karena ini cerita versi saya, diatas dari Supernatural dan Devour. Meng-mix antara dua definisi berbeda antara half human half demon sangat susah sebenarnya. Jadi aku ambil jalan tengah yaitu definisi ku sendiri. (SN0506)
6. Pengenalan tanda pemisah. Bila terdapat tanda ***** itu berarti akhir dari chapter. Bila --- itu berarti masih di chapter yang sama, tetapi adegannya berbeda.
=====================================
Dean baru saja mengambil orderan makanan dari kasir, kemudian berjalan ke arah meja nomer delapan. Dean kemudian duduk di kursi panjang. Dia menyentakkan piring datar berisi salad sayur yang hampir menggunung dengan lapisan saus mayonaise dengan tatapan jijik, seakan berusaha menyingkirkan 'makanan kambing' tersebut dari hadapannya. Sementara itu, Dean berusaha mendekatkan dan mengakrabkan dirinya dengan cheeseburger-nya.
Dean mengambil botol saus sambal kemudian mengukir saus tersebut di atas daging burger nya. Sementara Sam, adiknya, yang nyatanya lebih tinggi darinya, yang sangat mencintai 'makanan kambing' tersebut, sedang membenamkan diri di balik sebuah laptop berukuran 14" tersebut. Sementara matanya mengamati layar laptop, tangannya bergerak perlahan untuk mengaduk salad agar tercampur sempurna dengan mayonaise.
Dean baru saja hendak memberikan gigitan sayang pada burger nya ke dalam mulutnya, Sam langsung menyelanya.
"Tunggu!" pekik Sam sementara dia tetap menatap layar.
Tampilkan postingan dengan label Genre: Thriller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Genre: Thriller. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 April 2010
Sabtu, 19 Desember 2009
Fic: KTM
Author: Lady_Mannequin
Genre : Thriller, Horor
Rating: T
Warning: Self Insert
Setting : Metropolis, Kansas
Timeline : After “The Ghost Overground” and “No Rest For Wicked”
A/N: fan fic ini masih berkaitan dengan petualangan Dean yang masih berstatus sebagai The Ghost Overground alias Demon.
LABORATORIUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN MET-U
Para mahasiswa dan mahasiswi fakultas Kedokteran Met-U berhamburan keluar dari laboratorium Anatomi. Praktikum Anatomi memang sudah selesai, namun Ucha masih berkutat dengan pisau-pisau bedahnya. Lexie lalu menghampiri Ucha yang masih mengamati sesosok mayat penuh dengan bekas sayatan pisau bedah.
"Cha, ngapain sih loe ngeliatin terus tuh mayat? Ntar kalo dia tiba-tiba hidup lagi gimana? Mendingan sekarang loe temenin gue ke toilet," cerocos Lexie. Ucha nggak menggubris ajakan sahabatnya itu dan membalasnya dengan tatapan yang dingin tanpa ekspresi.
"Cha, nggak usah ngeliatin kayak gitu, nggak serem soalnya, hahaha," Lexie mencoba bercanda walaupun sebenarnya ia agak merinding melihat tatapan Ucha barusan.
Genre : Thriller, Horor
Rating: T
Warning: Self Insert
Setting : Metropolis, Kansas
Timeline : After “The Ghost Overground” and “No Rest For Wicked”
A/N: fan fic ini masih berkaitan dengan petualangan Dean yang masih berstatus sebagai The Ghost Overground alias Demon.
LABORATORIUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN MET-U
Para mahasiswa dan mahasiswi fakultas Kedokteran Met-U berhamburan keluar dari laboratorium Anatomi. Praktikum Anatomi memang sudah selesai, namun Ucha masih berkutat dengan pisau-pisau bedahnya. Lexie lalu menghampiri Ucha yang masih mengamati sesosok mayat penuh dengan bekas sayatan pisau bedah.
"Cha, ngapain sih loe ngeliatin terus tuh mayat? Ntar kalo dia tiba-tiba hidup lagi gimana? Mendingan sekarang loe temenin gue ke toilet," cerocos Lexie. Ucha nggak menggubris ajakan sahabatnya itu dan membalasnya dengan tatapan yang dingin tanpa ekspresi.
"Cha, nggak usah ngeliatin kayak gitu, nggak serem soalnya, hahaha," Lexie mencoba bercanda walaupun sebenarnya ia agak merinding melihat tatapan Ucha barusan.
Langganan:
Postingan (Atom)