Tampilkan postingan dengan label Challenge: Crossover. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Challenge: Crossover. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 April 2010

Fic: The Glass Passenger

Written by : Lady_Mannequin
Genre : Horror, Medical Drama and Romance
Setting : Seattle
Rating : T-13+
Title reference: This fan fiction title refers to a brand new album from Jack’s Mannequin.

Sinopsis : Fan Fic gabungan dari dua serial TV terpopuler, Grey’s Anatomy dan Supernatural ini menceritakan tentang serangkaian kematian aneh yang terjadi di King County Metro Bus, Seattle selama tiga hari berturut-turut. Kasus mencekam itu terhubung pada The Glass Passenger, sosok putih misterius yang hanya terlihat di kaca jendela sesaat sebelum terjadi kematian beberapa penumpang bus. Dean dan Sam serta dibantu oleh tim dokter bedah Seattle Grace Hospital harus segera memecahkan misteri The Glass Passenger sebelum korban lainnya berjatuhan.

Karakter Supernatural:
Dean Winchester a.k.a McWeird
Sam Winchester

Karakter dari serial Grey’s Anatomy :
Dr. Meredith Grey : Dokter bedah resident
Dr. Alex Karev : Dokter bedah resident
Dr. Isobel “Izzie” Stevens : Dokter bedah resident
Dr. Cristina Yang : Dokter bedah resident
Dr. George O’Malley : Dokter bedah magang
Dr. Derek Shepherd a.k.a McDreamy: Head of Neurosurgeon (Kepala bedah syaraf)
Dr. Erica Hahn : Head of Cardiothoracic Surgery (Kepala bedah jantung dan thorax)



Karakter dari forum Supernatural fanfic dan Grey’s Anatomy:
Lady a.k.a Keane
Ucha Sweetz
Charmed
Ambu
Andrew
Nenok
Juichi
Red
Dewa
Bym
Lissa
Sapphire
Cheezy Taz a.k.a Taz
Adellaide a.k.a Adel
***

THE GLASS PASSENGER

21 September 2008
8.50 AM

Keane berlari mengejar King County Metro Bus yang tengah melaju dengan kecepatan cukup kencang. Untunglah, sang supir bus menyadari keberadaan Keane dan menghentikan busnya. Sang supir bus menekan tombol pembuka pintu otomatis. Pintu bus terbuka dan Keane pun masuk dengan nafas yang masih terengah-engah. Ia menghempaskan diri di sebuah tempat duduk. Beruntung sekali ia masih bisa mendapatkan tempat duduk saat jam sibuk di pagi hari ini. Sebuah suarayang dikenal Keane terdengar dari belakang tempat duduknya.

“Wah Keane, kecepatan larimu tergolong kencang juga ya!” suara tersebut menyapa Keane. Keane sekonyong-konyong membalikkan tubuhnya menuju asal suara tersebut.

“Ucha!” seru Keane. “Kok tumben pagi-pagi begini sudah berangkat ke kampus?”

“Iya, jam sembilan pagi ini aku ada kuliah tambahan Anatomi. Sebenarnya sih aku nggak mau masuk, tapi karena mata kuliah ini asyik banget, jadi aku bela-belain masuk deh,” jawab Ucha.

“Oh, mata kuliahnya Miss Andrew ya?” tanya Keane lagi.

Rabu, 28 April 2010

Fic: Baiduri Api

Ini juga salah satu dari tulisan Ambu saat NaNo 09, tapi belum selesai. Ambu muat saja, dengan harapan akan ada masukan untuk perbaikan. Entah kenapa, nulis ini susah banget, udah berapa bulan Ambu nyoba dan masih banyak yang harus diperbaiki. Banyak kalimat yang enggak logis, banyak hubungan antarkalimat yang masih aneh. Masih harus dirombak besar-besaran.

Jadi, inilah dia:

BAIDURI API

Fanfic Supernatural crossover dengan sedikit Chronicles of Ancient Darkness

Supernatural kepunyaan Eric Kripke, dan Chronicles of Ancient Darkness milik Michelle Paver

Chara:
* Supernatural: Dean Winchester, Sam Winchester
* Chronicles of Ancient Darkness: Torak, Renn, Seshru, Saeunn, Fin-Kedinn, Serigala
* Original Character: Torak (versi modern)
Genre: Adventure
Rating: T
Warning: MPREG

-o0o-

“Dalam satu jam kita akan berada di pos perbatasan, right?” Dean menyetir sambil matanya lurus ke depan, sementara Sam sibuk meneliti peta yang dibuka lebar-lebar.

“Yup,” sahutnya pelan, “dan sebaiknya kita isi bensin saja dulu—“

“—belok kanan?” tak mengharapkan jawaban, Dean sudah terlebih dahulu memutar setir.

“Kanan, masuk rute 5,” Sam melipat petanya, “—dan kita berhenti dulu di Bellingham untuk isi bensin. Full tank, karena kita baru akan bertemu dengan—“

“Ya, ya, aku tahu—“ Dean menyalakan tape-nya, tapi kemudian mematikannya. Ia mengalihkannya pada radio, memutar-mutar tombolnya, “—mana sih. Kemarin sudah kudapat, spesialis classic rock, nah ini—“ ia mengeraskan radionya sambil memukul-mukul—pelan tapi berirama—setirnya.

Fic: Playing Dead (crossover dengan Devour)

FF SN/Devour : BELUM ADA JUDUL. ADA YANG MAU NGASIH??
GENRE : HOROR, THRILLER

RATING : bisa T - M (bahasaku terlalu mengerikan dan terlalu banyak kesadisan. Hahahahaha ^.^)

Disclaimer : Supernatural dan Devour bukan milikku. Kalau mereka punyaku, si Dean dan Jake sudah aku bawa pulang dari jaman dulu.

A / N :
1. Kondisi korban benar - benar aku deskripsikan sesuai dari Devour.
2. Entahlah, kesan Dean jijik pada organ akhir-akhir ini sering di tampilin di Supernatural season 5. Mengugah selera untuk mengerjai karakter Dean sampai mual. (keinget Dean bilang,. 'be my valentine' ke Sam sambil nyerahin jantung manusia. >> SN0514)
3. Mencoba mengcompare dua jiwa satu wajah. (Dean / Jake )
4. Menguatkan kenangan Dean tentang Jo, Hellhounds dan Ellen. (SN0510)
5. Maaf kalo cerita agak aneh, dan ngelantur karena ini cerita versi saya, diatas dari Supernatural dan Devour. Meng-mix antara dua definisi berbeda antara half human half demon sangat susah sebenarnya. Jadi aku ambil jalan tengah yaitu definisi ku sendiri. (SN0506)
6. Pengenalan tanda pemisah. Bila terdapat tanda ***** itu berarti akhir dari chapter. Bila --- itu berarti masih di chapter yang sama, tetapi adegannya berbeda.


=====================================
Dean baru saja mengambil orderan makanan dari kasir, kemudian berjalan ke arah meja nomer delapan. Dean kemudian duduk di kursi panjang. Dia menyentakkan piring datar berisi salad sayur yang hampir menggunung dengan lapisan saus mayonaise dengan tatapan jijik, seakan berusaha menyingkirkan 'makanan kambing' tersebut dari hadapannya. Sementara itu, Dean berusaha mendekatkan dan mengakrabkan dirinya dengan cheeseburger-nya.

Dean mengambil botol saus sambal kemudian mengukir saus tersebut di atas daging burger nya. Sementara Sam, adiknya, yang nyatanya lebih tinggi darinya, yang sangat mencintai 'makanan kambing' tersebut, sedang membenamkan diri di balik sebuah laptop berukuran 14" tersebut. Sementara matanya mengamati layar laptop, tangannya bergerak perlahan untuk mengaduk salad agar tercampur sempurna dengan mayonaise.

Dean baru saja hendak memberikan gigitan sayang pada burger nya ke dalam mulutnya, Sam langsung menyelanya.

"Tunggu!" pekik Sam sementara dia tetap menatap layar.

Minggu, 31 Januari 2010

Fic: One Day In Your Life

Author : Stephanie

INI ADALAH HASIL DARI KAPAN HARI YANG AKU MINTA DATA DARI KALIAN SOAL SUPERNATURAL DAN TWILIGHT.
ENJOY IT.
=================================================================
Rating = K+

Genre = Humor, Drama

DISCLAIMER = NEVER OWN SUPERNATURAL. OTHER CHARACTER EXCEPT DEAN, SAM, AND CASTIEL ARE MINE. AND NEVER OWN TWILIGHT. EXCEPT TWILIGHT AND SUPERNATURAL CHARACTER, THERE ARE MINE.

A/N =
1. FF ini di dedikasi untuk Dean Winchester yang besok sudah mau tambah tua aja..wkwkwkw
2. Juga di dedikasikan buat WinFam. Winchester Family, sebuah community di Facebook yang menyuguhkan pelatihan kemampuan berimajinasi sangat tinggi. Jujur saja, I LOVE WINFAM.. THIS IS THE PLACE FOR EVERYWHO LOVES SUPERNATURAL AND CAN USE THEIR IMAGINATION FOR IMAGINATIVE STORY.. halah, apaan toh..
wkwkwkwkkw
3. Maaf ya kalo jelek. Soalnya baru buat jam 4 sore ini. wkwkwkwkw.
4. Maap juga kalo misalnya ending kurang seperti yang di harapkan, dan banyak cerita ngawur. Nama aja imajinasi. *niruin spongebob. Diatas kepala Steph keluar deh pelangi nya*
wkwkwk

PS: ini termasuk jenis crossover bukan ya????
=================================================================

Meski sudah jam sebelas malam, Dean masih belum saja tenggelam dalam selimutnya. Tubuhnya memang terkulai lemas, bahunya terasa berat, punggungnya terasa kaku. Dan memang sebenarnya, kelopak matanya pun sudah memaksanya untuk menyelimuti bola matanya. Namun hanya karena sebuah pikiran reality hidupnya yang memaksanya juga untuk tetap membuka mata.

Sehabis memburu beberapa vampires di daerah Forks, membuat dia dan Sam kehilangan mood untuk tetap terjaga di malam hari. Lebih tepatnya, perburuan yang menjengkelkan dengan akhir buruk bahwa beberapa vampires di Forks memang telah membuat kesepakatan dengan kawanan werewolfs setempat untuk tidak berburu manusia dan memilih berburu hewan, bahkan hanya menggigit manusia akan merusak kesepakatan mereka yang berakhir pada perang dunia ketiga, perang antara werewolfs dan vampires. Si werewolfs akan mengusir si vampires agar tidak membuat tempat tinggal permanen di daerah itu, meskipun sebenarnya, si werewolfs berada di La Push yang hanya berbatas pantai saja dengan si vampires. *meskipun terdengar konyol memang, batin Dean, masa kawanan werewolf dan vampires memilih genjatan senjata dengan silsilah panjang perjalanan cinta anggotanya yang sukses membuat mengantuk. Bagi Dean werewolf harus musuh vampires, dan mereka saling membunuh.* Tapi itu membuat Dean dan Sam ingin sekali segera naik ke tempat tidur.

Minggu, 17 Januari 2010

Fic: Paths Crossed

Author: Oryn
Rating: T
Genre: Drama
Crossover: SPN/M7 ATF
Chapter: 1. Words: 11.436.
Disclaimer: I don't own Supernatural and The Magnificent Seven. They belong to their respective owners whose names I don't even bother to type here. Go figure.
Summary: "Aku baik-baik saja," kata Dean. "Kau perlu meredefinisi konsep 'baik-baik saja', Bung," Vin membalas.
Translation: "I'm fine," said Dean. "You need to redefine your concept of fine, dude," Vin countered.
Author's note: fandom yang di-crossover dengan Supernatural di sini adalah The Magnificent Seven, tapi yang ATF AU. Dalam AU tersebut karakter tujuh koboi dari M7 didapuk menjadi agen ATF di Denver dengan setting modern. Kritik, saran dan masukan sangat diharapkan.

~*~

Denver, Colorado. 2002.

Vin Tanner melangkah keluar dari bangunan apartemen kumuh di suatu sudut Purgatorio dengan hati ringan. Baru saja dia menghadiri acara perpisahan Alejandro Larios, anggota organisasi remaja bentukan Vin, Los Lobos, yang telah lulus sekolah menengah dan diterima masuk angkatan laut. Vin menggali memorinya, Alejandro adalah alumni keenam Los Lobos yang berhasil menamatkan sekolahnya dan meneruskan hidupnya dengan cara yang terhormat, berbanding terbalik dengan anak seusianya di lingkungan itu yang kebanyakan sekolah saja tak tamat dan bisanya cuma jadi bandit. Vin bukan seseorang yang gemar membanggakan diri, tetapi pencapaian itu sedikit-banyak membuatnya gembira dan puas, membangkitkan keinginan untuk menarik harmonika dari saku jaketnya dan meniupnya.

Sembari melangkah menuju tepi jalan di mana dia memarkir kendaraannya, Vin memainkan harmonikanya. Tidak ada lagu atau melodi tertentu yang dicoba untuk dibunyikan olehnya, hanya kumpulan not acak yang mewakili perasaannya saat itu. Vin tersenyum dalam hati ketika terbayang olehnya komentar negatif dari sinisme sampai sarkasme rekan-rekan satu timnya saban kali dia mengeluarkan harmonikanya. Mereka tidak mengerti, pikir Vin, bahwa yang berarti buat dia bukan nada apa yang dimainkan, melainkan bagaimana meniup alat musik membuatnya seperti latihan pernafasan. Menenangkan, menyenangkan.

Rabu, 04 November 2009

Fic: A Sacrifice

Author: Tee-tah.
Genre: action.
Rating: T.
Disclaimer : semuanya punya PH masing-masing. Kecuali makhluk yang namanya saya ciptakan sendiri.
Timeline : Supernatural season 3.


Impala hitam keluaran tahun 1967 melaju kencang melintasi kota Fox River. Didalamnya terdapat dua orang pemuda Kansas yang memiliki tujuan untuk berburu. Tidak seperti pemburu pada umumnya yang memburu hewan-hewan di hutan, target utama mereka adalah iblis dan makhluk-makhluk halus lainnya. Profesi yang aneh karena jarang orang berprofesi seperti mereka. Tapi bukan Winchester namanya kalau memilih segala sesuatu yang  mayoritas. Kedua orang yang berada dalam mobil itu adalah Dean dan Sam Winchester.

“Sam, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Dean, sang kakak, dengan tatapan mata lurus ke depan, sangat berkonsentrasi.

“Kita akan melakukan tindak kriminal karena dengan hal itulah kita bisa leluasa mengamati situasi sekitar penjara," ujar Sam, sang adik. Ditatapnya Dean yang sedang berkonsentrasi menyetir. Ada sekelumit rasa iba ketika menatap kakaknya yang nampak kelelahan itu.

“What? Jadi tahanan, maksudmu? Mengapa tak kita coba saja menjadi tukang bersih-bersih di sana?” tanya Dean sambil sesekali menatap ke arah Sam yang sedang berkutat dengan laptopnya.

Rabu, 28 Oktober 2009

Fic: Expecto Patronum

Author : Ambudaff
Disclaimer: Dean Winchester dan Sam Winchester milik Eric Kripke, Severus Snape, Albus Dumbledore, Phineas Nigellus, dan Baron Berdarah milik JK Rowling. Ambu cuma minjem aja. Sedikit spoiler dari Deathly Hallows, dan spoiler dari episode-episode awal Supernatural buat yang belum pernah menontonnya.


“Hey, Dean, lihat!” Sam memperlihatkan pengukur EMF-nya. Alat itu tidak memperlihatkan tinggi-rendahnya kadar ectoplasma seperti biasa. Kali ini, kadar yang ditunjukkannya naik-turun dengan liar.

Dean mendekat, “Bagaimana bisa …” Matanya kemudian memapar sekitar, seperti sedang mencari sesuatu. Adiknya juga berbuat serupa.

Kedua pasang mata itu berhenti di sekitar tempat sampah di dekatnya. Aneh, di tempat yang bersih itu, ada sebuah ban mobil tua tergeletak begitu saja. Mereka saling berpandangan, dan tanpa dikomando tangan keduanya otomatis terjulur untuk memeriksa ban itu.

Begitu kedua tangan menyentuh ban itu ... sepersekian detik kemudian mereka seperti tersedot sesuatu. Terlambat untuk menarik kembali tangan. Seakan ada kaitan persis di balik pusar. Yang mendadak ditarik tak tertahankan ke depan. Kaki mereka tertarik, tercerabut dari tanah. Melesat ke depan dalam angin yang menderu-deru. Berputar kencang sekali dalam pusaran warna-warni. Berputar terus seakan mereka berada di dalam angin puting beliung. Jari mereka yang menempel pada ban seakan menarik mereka secara magnetis.

Dan kemudian kaki mereka menghantam tanah.

Mereka jatuh bertemperasan di tanah.

Fic: A Rest In Smallville

Author : RED_dahLIA
Timeline : Musim panas di pertengahan 2007
Genre : Apaan ya? Ga tau ah…

Disclaimer : Semua karakter punya WB, begitu juga dgn setting. Kalo ide crita sepenuhnya punya saya.



Suatu pagi yang cerah di Smallville, kota kecil berpenduduk kurang dari dua ratus jiwa. Angin berhembus sepoi-sepoi dan langit biru cerah. Sudah pasti ini adalah hari yang sangat bagus untuk pergi memancing. Sementara itu di kejauhan nampak sebuah Impala berwarna gelap meluncur, menyusuri jalan kecil yang membelah hamparan persawahan di kanan-kirinya. Dua orang penumpangnya terlihat sedang asyik berdebat.

“Tak ada yang istimewa di sini,” seloroh pemuda yang lebih tua, Dean Winchester, mencengkram kemudi sembari menoleh ke kanan-kiri. “Hanya sawah, ternak, sawah, ternak, sawah lagi. Memangnya apa yang sedang kita cari Sam?”

“Kota ini memang terlihat tidak istimewa. Hanya saja ada banyak keanehan yang terjadi di sini. Aku tak tahu apakah ini ada kaitannya dengan kemunculan Demon, tapi kota ini pernah terkena hujan meteor sebanyak dua kali berturut-turut selang waktu beberapa belas tahun. Aneh, kan?” balas Sam, saudara Dean, sibuk mengetik sesuatu di laptopnya, raut wajahnya kesal. “Dan di sini tidak ada wi-fi! Payah!”

“Jangan pikir ini Metropolis, Sammy. Nah, sekarang beritahu aku dimana kita harus berhenti untuk penyelidikan awal.”

“Kita bisa mulai di sana,” kata Sam, menuding sebuah area ladang luas jauh di depan sana. “Milik keluarga Kent. Salah satu tempat yang pernah kejatuhan meteor dulu.”

Impala itu pun terus meluncur dengan kecepatan sedang, menuju ke tempat yang ditunjukkan Sam tadi. Ladang itu tak banyak beda dengan kebanyakan ladang lain yang mereka lihat di sepanjang jalan. Hanya saja terlihat cukup lengang dan sedikit tidak terawat. Dean memarkir mobilnya tepat di depan pagar utama dan segera keluar tanpa banyak tanya lagi. Sam mengikuti di belakangnya.

Sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru, Sam mencermati apa saja yang ada di sekeliling mereka. Diambilnya sejumput tanah dan beberapa batang rumput, bahkan beberapa butir kerikil yang mungkin saja terlihat aneh, namun tak ada sesuatu yang cukup mencurigakan. Tak seberapa lama dia menghampiri Dean yang sedang berdiri mengamati areal ladang itu.

“Bagaimana? Apa yang kau dapat?” tanya Sam.

Selasa, 27 Oktober 2009

Fic: Deja Vu

Author: RED_dahLIA
Genre : Horror-Action
Pairing : Sam Winchester-Ginny Weasley (Crossover Supernatural-Harry Potter).

Rating : T
Summary :  Sam met a young witch named Ginny Weasley, and they must fight against a werewolf army.

Disclaimer : Sudah pasti semua bukan punya saya.
A/N : Untuk memenuhi challenge 3 di tret Kompilasi Fanfic Supernatural Indonesia. Supernatural mengisahkan sepasang kakak adik yang bernama Dean Winchester dan Sam Winchester yang berpetualang ke seluruh negara bagian untuk memburu iblis dan hantu demi menyelamatkan banyak orang, serta menemui berbagai peristiwa-peristiwa supranatural dalam petualangannya. Sedangkan Ginny Weasley adalah adik dari Ron Weasley, sahabat Harry Potter.



Semua ini mungkin berawal dari suatu malam yang melelahkan. Impala hitam itu diparkir dengan tenang di tepi jalan, sama tenangnya dengan dua orang pria yang kini sedang berada di dalamnya. Pria yang lebih tua, Dean, tertidur lelap seperti bayi di kursi belakang. Energinya seharian ini terkuras habis untuk menangani sebuah kasus pembunuhan berantai yang rupanya melibatkan arwah penasaran, ditambah lagi ia harus menyetir sampai melintasi perbatasan negara bagian. Sementara adiknya, Sam, yang kali ini kebagian tidur di kursi depan, agak kesulitan memejamkan matanya.

Malam ini memang cukup dingin. Tapi seharusnya tidak akan banyak mempengaruhi karena saat ini mereka berdua sedang berada di tepi jalan yang sangat lengang. Sisi kiri dan kanan jalan diapit oleh berhektar-hektar ladang jagung. Pemandangan yang tiada habisnya jika kau melihatnya melalui jendela mobil. Tanaman jagung di mana-mana, berukuran setinggi orang dewasa atau malah melebihinya, dan berwarna coklat gelap di malam bercahayakan sinar bulan purnama seperti saat ini. Semilir angin yang berhembus membuat pucuk tanaman jagung itu menari seirama. Kesunyian yang diresapi Sam seorang diri ini sesekali diselingi oleh suara-suara binatang malam. Musik alam dan suasana yang mendukung kantuk ini ternyata kurang kuat untuk bisa membuatnya jatuh tertidur.

Sam sendiri kurang tahu apa yang membuat dirinya susah tidur. Dia lelah, sama lelahnya dengan Dean. Apalagi beberapa bagian tubuhnya masih terasa sedikit ngilu jika ia terlalu banyak bergerak. Punggungnya yang tadi dibuat menghantam dinding saat hantu itu melakukan perlawanan masih bisa mengingat bagaimana sensasi sakitnya. Karena itulah Sam memutuskan untuk membaca ulang jurnal milik ayahnya sambil bersandar senyaman mungkin, berharap dia akan tertidur begitu membaca beberapa lembar pertama.

Dengan senter di tangan kiri, Sam mulai menelusuri lembar demi lembar halaman jurnal yang dipenuhi tulisan tangan ayahnya. Namun itu sebelum telinganya menangkap suara gemerisik tak wajar di ladang, sekitar beberapa meter dari mobil mereka. Suara gemerisik itu sebenarnya tidak terdengar terlalu jelas, namun beberapa pucuk-pucuk tanaman jagung yang bergoyang berlawanan dengan arah angin menandakan seseorang atau sesuatu sedang menyibak gerumbulan pohon jagung tersebut. Bukan daya imajinasi Sam yang kelewat tinggi yang membuat pemuda itu berpikir kalau ada yang berjalan melewati ladang. Apalagi saat matanya menangkap berkas-berkas cahaya putih berpendar yang menyeruak di antara sela-sela tanaman jagung.