Author : Ilma_Arifiany
Pairing : Dean/Meg
Genre : Romance
Rating : T
A/N : Judul diambil dari lagunya Simple Plan, tapi ini bukan ficlet, he he…WARNING amat sangat pendek *ditakol* Dibikin dengan penuh kenekatan tanpa draft, silahkan komen sepuas-puasnya, karna ini fic yg sangat layak untuk di kritik
Para manusia itu bodoh. Ya, sangat-sangat bodoh. Mereka memedulikan orang lain dibanding mereka sendiri. Apa untungnya coba. Mengorbankan hidup demi orang lain. Ah, masa bodoh. Bukan urusanku juga. Lagipula, dengan begitu aku akan mempunyai banyak teman di sana nanti, dan aku sendiri sangat menantikan orang-orang bodoh itu hadir di sana.
Tapi lain kali ini. Seseorang yang kuketahui. Amat sangat kuketahui. Memang, aku tidak mengenalnya, namun aku mengetahuinya. Kini ia telah menjadi manusia bodoh, yang seharusnya sudah kusangka. Dean Winchester, kakak dari Sam Winchester yang seharusnya akan menjadi pemimpinku kelak. Aku mempunyai ketertarikan padanya. Aku seperti menyukainya, tapi itu tidak mungkin, sangat tidak mungkin. Dia lawanku, dia musuhku, dan dia bodoh. Percuma saja dia berkorban. Tapi aku senang dia melakukannya. Itu artinya aku bisa melihatnya di sana. Meskipun dia dalam keadaan tersiksa, aku akan merasa sangat bahagia.
Ah, aku memang sudah tidak ada di dunia fana itu. Aku kini berada di alam dimana aku seharusnya tinggal. Tempat dimana seharusnya aku berada. Tempat dimana kaumku berada. Karena mereka, ya mereka, para Winchester, telah mengirimku kembali.
Tampilkan postingan dengan label Genre: Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Genre: Romance. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 Desember 2009
Rabu, 28 Oktober 2009
Fic: Found
Author: Oryn.
Rating: M.
Genre: romance.
Chapters: 1, Words: 10.313
Warning: het sexual content. AU. Second person POV. OOC-ish. Almost PWP. Kinda smut. Need more warning? This is not for minors. Underage children, please stay away from this.
Pairing: Dean/Jess.
Disclaimer: I don't own Supernatural, the Winchester brothers and Jessica Moore. They're the properties of WB and Kripke.
Summary: kau paham benar bahwa malam ini bukan tentang cinta, relasi saja tidak. Ini hanya nafsu, tapi jika itulah yang bisa kauperoleh, kau sudah cukup puas.
Translation: you understand completely that tonight is not about love, it's not even about connecting to other people. It's just pure lust, but if that's all you can get, it's satisfying enough for you. This fic contains sexual imagery and element.
Author's note: ditulis untuk menenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh... oh, tunggu, itu halaman pengesahan skripsi. Ditulis sebagai jawaban atas tantanganku sendiri di forum Lautan Indonesia. Dan ya, di fic ini aku menyadari banyak ejaan kata gantiku tidak sesuai aturan. This fic is kinda weird and I don't have high expectation for it. Kritik, saran dan masukan sangat diharapkan.
~*~
Palo Alto, 2002
Lonceng mungil di atas pintu berdenting, menandakan ada seseorang yang melangkah masuk dan kau menoleh ke arah datangnya suara. Otomatis saja kau melakukannya, seperti orang-orang lain juga akan begitu. Namun, ada seleret harapan yang melumuri tatapanmu ke pintu masuk. Harapan yang tunasnya segera kauinjak sebelum sempat bertumbuh dan kau merasa bodoh karena masih berharap walau kau telah menunggu hampir satu jam di sini. Menanti seseorang yang agaknya takkan datang.
Kauenyahkan aroma murung yang menyergap. Matamu mencari pengalihan, memperhatikan sosok pria yang baru masuk itu.
Cukup tinggi, itu yang pertama terlintas di pikiranmu sewaktu melihatnya. Sebagai seorang gadis dengan tubuh menjulang di atas rata-rata, tinggi seorang pria adalah hal penting bagimu. Acap kali pemuda yang kausukai menampikmu hanya karena kau membuatnya terlihat seperti orang cebol ketika dia bersanding di sampingmu. Akhirnya kau terbiasa memperhatikan aspek fisik itu dan kini pandai membuat perkiraan, bagaimana jika dirimu berdiri di sebelah seorang pria.
Kau akan terlihat serasi dengannya, pikirmu. Dia lebih tinggi darimu, cuma sedikit, paling satu-dua inci selisihnya, tapi perbedaan yang sedikit itu signifikan bagi kebanyakan pria dan kini bagimu juga. Keadaan membuatmu terkondisi untuk tertarik hanya pada pria yang lebih tinggi darimu. Senyummu mengembang kala melintas di benakmu sosok pemuda jangkung yang akhir-akhir ini kerap menjadi objek lamunanmu.
Sam Winchester.
Rating: M.
Genre: romance.
Chapters: 1, Words: 10.313
Warning: het sexual content. AU. Second person POV. OOC-ish. Almost PWP. Kinda smut. Need more warning? This is not for minors. Underage children, please stay away from this.
Pairing: Dean/Jess.
Disclaimer: I don't own Supernatural, the Winchester brothers and Jessica Moore. They're the properties of WB and Kripke.
Summary: kau paham benar bahwa malam ini bukan tentang cinta, relasi saja tidak. Ini hanya nafsu, tapi jika itulah yang bisa kauperoleh, kau sudah cukup puas.
Translation: you understand completely that tonight is not about love, it's not even about connecting to other people. It's just pure lust, but if that's all you can get, it's satisfying enough for you. This fic contains sexual imagery and element.
Author's note: ditulis untuk menenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh... oh, tunggu, itu halaman pengesahan skripsi. Ditulis sebagai jawaban atas tantanganku sendiri di forum Lautan Indonesia. Dan ya, di fic ini aku menyadari banyak ejaan kata gantiku tidak sesuai aturan. This fic is kinda weird and I don't have high expectation for it. Kritik, saran dan masukan sangat diharapkan.
~*~
Palo Alto, 2002
Lonceng mungil di atas pintu berdenting, menandakan ada seseorang yang melangkah masuk dan kau menoleh ke arah datangnya suara. Otomatis saja kau melakukannya, seperti orang-orang lain juga akan begitu. Namun, ada seleret harapan yang melumuri tatapanmu ke pintu masuk. Harapan yang tunasnya segera kauinjak sebelum sempat bertumbuh dan kau merasa bodoh karena masih berharap walau kau telah menunggu hampir satu jam di sini. Menanti seseorang yang agaknya takkan datang.
Kauenyahkan aroma murung yang menyergap. Matamu mencari pengalihan, memperhatikan sosok pria yang baru masuk itu.
Cukup tinggi, itu yang pertama terlintas di pikiranmu sewaktu melihatnya. Sebagai seorang gadis dengan tubuh menjulang di atas rata-rata, tinggi seorang pria adalah hal penting bagimu. Acap kali pemuda yang kausukai menampikmu hanya karena kau membuatnya terlihat seperti orang cebol ketika dia bersanding di sampingmu. Akhirnya kau terbiasa memperhatikan aspek fisik itu dan kini pandai membuat perkiraan, bagaimana jika dirimu berdiri di sebelah seorang pria.
Kau akan terlihat serasi dengannya, pikirmu. Dia lebih tinggi darimu, cuma sedikit, paling satu-dua inci selisihnya, tapi perbedaan yang sedikit itu signifikan bagi kebanyakan pria dan kini bagimu juga. Keadaan membuatmu terkondisi untuk tertarik hanya pada pria yang lebih tinggi darimu. Senyummu mengembang kala melintas di benakmu sosok pemuda jangkung yang akhir-akhir ini kerap menjadi objek lamunanmu.
Sam Winchester.
Langganan:
Postingan (Atom)