Tampilkan postingan dengan label Genre: Action. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Genre: Action. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2009

Fic: The Runaway

Author : Lady_mannequin aka Keane
Genre : Action
Setting : Cavanaugh Park, California
Timeline : Season 2
Warning: Self Insert.
Title reference: This fan fiction title refers to a song by Andrew McMahon with Something Corporate

  
“Ring me up on my cellullar phone so I know I’m not alone in the world full of vampires,” senandungku riang. Lagu Cellular Phone dari Jack’s Mannequin ini tengah menemaniku yang sedang asyik berjogging di Taman Cavanaugh. Saking asyiknya mendengar lagu, sampai-sampai aku lupa melihat kanan kiri dan seketika saja... Brukkkkk… menabrak seorang cowok yang juga sedang berlari-lari. Kami berdua pun jatuh seketika.

“Awww... sakiiiiiiiittttt ....” jeritku kesakitan.

“Maaf… Maaf... saya sedang buru-buru," kata cowok tampan bermata hijau dan bertubuh atletis yang menabrakku dengan cukup keras sampai badan mungilku terasa sakit.

“Nggak apa-apa kok, aku juga yang salah karena jogging sambil keasyikan dengerin musik, jadinya sekarang nabrak kamu deh,” sambungku sambil berpikir sepertinya aku pernah lihat dengan orang yang kutabrak ini sebelumnya.

Minggu, 15 November 2009

Fic: Feel The Emotion





Author : Baladewa88  
Genre : Horror, Action, 
Angst Rating : T 
Warning : Self-Insert 
Summary : Regret always coming late. Dewa never knew how much Dahlia meant to him, until she died and turned into a demon. Finally, Sam and Dean are trying to help Dewa to solve his problem.



-----------------------------------------------

“Pantas aja dia nggak mau balikan sama kamu!!!” bentak Dahlia di hadapan Dewa.

“Maksud kamu apa ngomong kaya’ gitu?!” potong Dewa cepat tak kalah emosi.

“Dasar menyebalkan!!!” sambut Dahlia dan langsung pergi meninggalkan Dewa sendirian.

Dahlia melangkah jauh dari rumah itu. Dahlia melangkah dengan cepat sambil melepaskan kacamatanya dan mengusap airmatanya yang jatuh di kulit pipinya yang halus itu. Dahlia terus berjalan menjauh dari rumah kecil nan asri tempat Dewa tumbuh besar sambil sesekali membenarkan letak rambut ikalnya yang agak turun menutupi wajahnya.

Kamis, 05 November 2009

Fic: Ilusi

Author: baladewa89
Genre: drama-action
Rating: M
Cast : Sam Winchester, Dean Winchester, Yellow Eyed Demon
Author's note: ini salah satu fic yang aku ceritain. Sorry kalau terlalu pendek dan mungkin kurang nendang. Cuma lagi pusing jadi coba nulis ini. Moga aja menghibur.


Sebuah Impala berjalan dengan santai di dataran Wisconsin. Di dalamnya duduk dengan tenang dua orang pemuda, Dean dan Sam Winchester. Dean mengendarai mobilnya pelan sambil melihat sang adik memegangi sebuah kalung hati berwarna perak.

“Sam, aku rasa ini saat yang tepat bagimu untuk mulai melupakan dia,” ucap Dean.

“Jessica tidak untuk dilupakan Dean,” jawab Sam lirih.

“Tapi tak berarti kau harus mengenangnya setiap waktu. Kau setuju atau tidak, kau harus akui dia telah meninggalkanmu,” bantah Dean cepat.

“Bukankah kau juga terus memegang jam dari Dad? Kau juga mengenangnya setiap waktu kan? Jangan ajari aku untuk masalah yang satu ini Dean,” balas Sam.

Rabu, 04 November 2009

Fic: A Sacrifice

Author: Tee-tah.
Genre: action.
Rating: T.
Disclaimer : semuanya punya PH masing-masing. Kecuali makhluk yang namanya saya ciptakan sendiri.
Timeline : Supernatural season 3.


Impala hitam keluaran tahun 1967 melaju kencang melintasi kota Fox River. Didalamnya terdapat dua orang pemuda Kansas yang memiliki tujuan untuk berburu. Tidak seperti pemburu pada umumnya yang memburu hewan-hewan di hutan, target utama mereka adalah iblis dan makhluk-makhluk halus lainnya. Profesi yang aneh karena jarang orang berprofesi seperti mereka. Tapi bukan Winchester namanya kalau memilih segala sesuatu yang  mayoritas. Kedua orang yang berada dalam mobil itu adalah Dean dan Sam Winchester.

“Sam, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Dean, sang kakak, dengan tatapan mata lurus ke depan, sangat berkonsentrasi.

“Kita akan melakukan tindak kriminal karena dengan hal itulah kita bisa leluasa mengamati situasi sekitar penjara," ujar Sam, sang adik. Ditatapnya Dean yang sedang berkonsentrasi menyetir. Ada sekelumit rasa iba ketika menatap kakaknya yang nampak kelelahan itu.

“What? Jadi tahanan, maksudmu? Mengapa tak kita coba saja menjadi tukang bersih-bersih di sana?” tanya Dean sambil sesekali menatap ke arah Sam yang sedang berkutat dengan laptopnya.

Rabu, 28 Oktober 2009

Fic: Expecto Patronum

Author : Ambudaff
Disclaimer: Dean Winchester dan Sam Winchester milik Eric Kripke, Severus Snape, Albus Dumbledore, Phineas Nigellus, dan Baron Berdarah milik JK Rowling. Ambu cuma minjem aja. Sedikit spoiler dari Deathly Hallows, dan spoiler dari episode-episode awal Supernatural buat yang belum pernah menontonnya.


“Hey, Dean, lihat!” Sam memperlihatkan pengukur EMF-nya. Alat itu tidak memperlihatkan tinggi-rendahnya kadar ectoplasma seperti biasa. Kali ini, kadar yang ditunjukkannya naik-turun dengan liar.

Dean mendekat, “Bagaimana bisa …” Matanya kemudian memapar sekitar, seperti sedang mencari sesuatu. Adiknya juga berbuat serupa.

Kedua pasang mata itu berhenti di sekitar tempat sampah di dekatnya. Aneh, di tempat yang bersih itu, ada sebuah ban mobil tua tergeletak begitu saja. Mereka saling berpandangan, dan tanpa dikomando tangan keduanya otomatis terjulur untuk memeriksa ban itu.

Begitu kedua tangan menyentuh ban itu ... sepersekian detik kemudian mereka seperti tersedot sesuatu. Terlambat untuk menarik kembali tangan. Seakan ada kaitan persis di balik pusar. Yang mendadak ditarik tak tertahankan ke depan. Kaki mereka tertarik, tercerabut dari tanah. Melesat ke depan dalam angin yang menderu-deru. Berputar kencang sekali dalam pusaran warna-warni. Berputar terus seakan mereka berada di dalam angin puting beliung. Jari mereka yang menempel pada ban seakan menarik mereka secara magnetis.

Dan kemudian kaki mereka menghantam tanah.

Mereka jatuh bertemperasan di tanah.

Fic: A Rest In Smallville

Author : RED_dahLIA
Timeline : Musim panas di pertengahan 2007
Genre : Apaan ya? Ga tau ah…

Disclaimer : Semua karakter punya WB, begitu juga dgn setting. Kalo ide crita sepenuhnya punya saya.



Suatu pagi yang cerah di Smallville, kota kecil berpenduduk kurang dari dua ratus jiwa. Angin berhembus sepoi-sepoi dan langit biru cerah. Sudah pasti ini adalah hari yang sangat bagus untuk pergi memancing. Sementara itu di kejauhan nampak sebuah Impala berwarna gelap meluncur, menyusuri jalan kecil yang membelah hamparan persawahan di kanan-kirinya. Dua orang penumpangnya terlihat sedang asyik berdebat.

“Tak ada yang istimewa di sini,” seloroh pemuda yang lebih tua, Dean Winchester, mencengkram kemudi sembari menoleh ke kanan-kiri. “Hanya sawah, ternak, sawah, ternak, sawah lagi. Memangnya apa yang sedang kita cari Sam?”

“Kota ini memang terlihat tidak istimewa. Hanya saja ada banyak keanehan yang terjadi di sini. Aku tak tahu apakah ini ada kaitannya dengan kemunculan Demon, tapi kota ini pernah terkena hujan meteor sebanyak dua kali berturut-turut selang waktu beberapa belas tahun. Aneh, kan?” balas Sam, saudara Dean, sibuk mengetik sesuatu di laptopnya, raut wajahnya kesal. “Dan di sini tidak ada wi-fi! Payah!”

“Jangan pikir ini Metropolis, Sammy. Nah, sekarang beritahu aku dimana kita harus berhenti untuk penyelidikan awal.”

“Kita bisa mulai di sana,” kata Sam, menuding sebuah area ladang luas jauh di depan sana. “Milik keluarga Kent. Salah satu tempat yang pernah kejatuhan meteor dulu.”

Impala itu pun terus meluncur dengan kecepatan sedang, menuju ke tempat yang ditunjukkan Sam tadi. Ladang itu tak banyak beda dengan kebanyakan ladang lain yang mereka lihat di sepanjang jalan. Hanya saja terlihat cukup lengang dan sedikit tidak terawat. Dean memarkir mobilnya tepat di depan pagar utama dan segera keluar tanpa banyak tanya lagi. Sam mengikuti di belakangnya.

Sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru, Sam mencermati apa saja yang ada di sekeliling mereka. Diambilnya sejumput tanah dan beberapa batang rumput, bahkan beberapa butir kerikil yang mungkin saja terlihat aneh, namun tak ada sesuatu yang cukup mencurigakan. Tak seberapa lama dia menghampiri Dean yang sedang berdiri mengamati areal ladang itu.

“Bagaimana? Apa yang kau dapat?” tanya Sam.

Selasa, 27 Oktober 2009

Fic: Deja Vu

Author: RED_dahLIA
Genre : Horror-Action
Pairing : Sam Winchester-Ginny Weasley (Crossover Supernatural-Harry Potter).

Rating : T
Summary :  Sam met a young witch named Ginny Weasley, and they must fight against a werewolf army.

Disclaimer : Sudah pasti semua bukan punya saya.
A/N : Untuk memenuhi challenge 3 di tret Kompilasi Fanfic Supernatural Indonesia. Supernatural mengisahkan sepasang kakak adik yang bernama Dean Winchester dan Sam Winchester yang berpetualang ke seluruh negara bagian untuk memburu iblis dan hantu demi menyelamatkan banyak orang, serta menemui berbagai peristiwa-peristiwa supranatural dalam petualangannya. Sedangkan Ginny Weasley adalah adik dari Ron Weasley, sahabat Harry Potter.



Semua ini mungkin berawal dari suatu malam yang melelahkan. Impala hitam itu diparkir dengan tenang di tepi jalan, sama tenangnya dengan dua orang pria yang kini sedang berada di dalamnya. Pria yang lebih tua, Dean, tertidur lelap seperti bayi di kursi belakang. Energinya seharian ini terkuras habis untuk menangani sebuah kasus pembunuhan berantai yang rupanya melibatkan arwah penasaran, ditambah lagi ia harus menyetir sampai melintasi perbatasan negara bagian. Sementara adiknya, Sam, yang kali ini kebagian tidur di kursi depan, agak kesulitan memejamkan matanya.

Malam ini memang cukup dingin. Tapi seharusnya tidak akan banyak mempengaruhi karena saat ini mereka berdua sedang berada di tepi jalan yang sangat lengang. Sisi kiri dan kanan jalan diapit oleh berhektar-hektar ladang jagung. Pemandangan yang tiada habisnya jika kau melihatnya melalui jendela mobil. Tanaman jagung di mana-mana, berukuran setinggi orang dewasa atau malah melebihinya, dan berwarna coklat gelap di malam bercahayakan sinar bulan purnama seperti saat ini. Semilir angin yang berhembus membuat pucuk tanaman jagung itu menari seirama. Kesunyian yang diresapi Sam seorang diri ini sesekali diselingi oleh suara-suara binatang malam. Musik alam dan suasana yang mendukung kantuk ini ternyata kurang kuat untuk bisa membuatnya jatuh tertidur.

Sam sendiri kurang tahu apa yang membuat dirinya susah tidur. Dia lelah, sama lelahnya dengan Dean. Apalagi beberapa bagian tubuhnya masih terasa sedikit ngilu jika ia terlalu banyak bergerak. Punggungnya yang tadi dibuat menghantam dinding saat hantu itu melakukan perlawanan masih bisa mengingat bagaimana sensasi sakitnya. Karena itulah Sam memutuskan untuk membaca ulang jurnal milik ayahnya sambil bersandar senyaman mungkin, berharap dia akan tertidur begitu membaca beberapa lembar pertama.

Dengan senter di tangan kiri, Sam mulai menelusuri lembar demi lembar halaman jurnal yang dipenuhi tulisan tangan ayahnya. Namun itu sebelum telinganya menangkap suara gemerisik tak wajar di ladang, sekitar beberapa meter dari mobil mereka. Suara gemerisik itu sebenarnya tidak terdengar terlalu jelas, namun beberapa pucuk-pucuk tanaman jagung yang bergoyang berlawanan dengan arah angin menandakan seseorang atau sesuatu sedang menyibak gerumbulan pohon jagung tersebut. Bukan daya imajinasi Sam yang kelewat tinggi yang membuat pemuda itu berpikir kalau ada yang berjalan melewati ladang. Apalagi saat matanya menangkap berkas-berkas cahaya putih berpendar yang menyeruak di antara sela-sela tanaman jagung.